28 April 2016
Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapat kunjungan kehormatan dari Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan beserta delegasi. Beliau disambut langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta (27/4).
Jakarta – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendapat kunjungan kehormatan dari Duta Besar Indonesia untuk Meksiko, Yusra Khan beserta delegasi. Beliau disambut langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, di Gedung D Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta (27/4).
Kunjungan kehormatan tersebut dilakukan
dalam rangka mengkoordinasikan upaya KBRI dalam peningkatan hubungan
bilateral antara Indonesia dan Meksiko di bidang riset, teknologi, dan
pendidikan tinggi, khususnya mengenai potensi kerja sama antar
perguruan tinggi, pertukaran peneliti, guru besar, dan berbagai peluang
beasiswa pendidikan tinggi. Pada kesempatan ini, Menristekdikti
didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Ainun Na’im; Dirjen Kelembagaan
Iptek Dikti, Patdono Suwignjo; Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan,
Muhammad Dimyati; Dirjen Sumber Daya Iptek Dikti, Ali Ghufron Mukti;
Staf Khusus Menristekdikti, Abdul Wahid Maktub; serta Nada Marsudi,
Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik.
Dubes Yusra Khan menyampaikan
keinginannya untuk mempromosikan pendidikan tinggi Meksiko ke Indonesia
untuk menumbuhkan minat sekolah ke Meksiko dengan memanfaatkan beasiswa
yang ditawarkan oleh Meksiko dan negara yang berbatasan langsung dengan
Meksiko seperti Salvador, Guatemala, dan Belize.
“Program pertukaran pelajar telah terjadi tetapi sangatlah sedikit, dan kurangnya pertukaran tenaga pengajar dan researcher,” ujar Yusra Khan.
Yusra Khan juga menginformasikan kerja
sama inkubator bisnis antara perguruan tinggi Indonesia-Meksiko yang
saat ini sedang dijajaki bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia
seperti ITB, IPB, dan UNPAD. Yusra Khan menyarankan untuk membuat pusat
kajian perguruan tinggi yang terkemuka di Meksiko, karena Meksiko
merupakan sentral untuk negara latin. Perguruan tinggi di Meksiko pada
umumnya memiliki program studi yang bersinergi dengan kebutuhan
industri, yang membuat mereka kuat dalam produksi manufaktur seperti
pesawat terbang, alat-alat kesehatan, dan alat-alat elektronik.
Menristekdikti beserta para Dirjen
menyambut baik hal tersebut. Menristekdikti menyampaikan keinginannya
untuk mengembangkan kerja sama pendidikan vokasi. Dirjen Patdono juga
menambahkan untuk mengembangkan kerja sama Science Techno Park
(STP). Menristekdikti dan Dubes Yusra Khan berharap agar ke depannya
hubungan antara Indonesia dan Meksiko dapat dipererat melalui kerja sama
di bidang riset, teknologi dan pendidikan tinggi.